SPIRIT 2011

SPIRIT ONLINE

Mendiknas harap UGM & ITB Jadi Inspirasi SNMPTN 100%

Rabu, 19 Januari 2011 | 10:31 WIB

JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menerapkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 100 persen dan menghilangkan jalur masuk mandiri. Mendiknas M Nuh berharap, kedua kampus itu menjadi inspirasi perguruan tinggi (PT) lain.

“Apa yang mau disalahkan? Justru ini jadi motor atau inspirasi perguruan tinggi lain. Kalau mereka menerapkan 100 persen, otomatis pendapatan turun,” ujar Mendiknas.

Mendiknas mengatakan itu di sela-sela sarapan dengan beberapa menteri seperti Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menhut Zulkifli Hasan, di Kantor Mendiknas, Jakarta, Rabu (19/1).

Menurut Mendiknas, pemerintah tidak memaksakan PT lain untuk menerapkan 100 persen SNMPTN. PT minimal menerapkan 60 persen SNMPTN.

“Pemerintah tidak memaksakan 100 persen, tapi minimal 60 persen. Kalau ada yang menerapkan 100 persen apa salahnya? Yang penting menerapkan batas bawah 60 persen,” tutur dia.

Mendiknas menerangkan, pemerintah tidak memaksakan peraturan 100 persen PT melakukan SNMPTN, karena ingin memberikan keleluasan pada PT itu sendiri.

“Misalkan menjaring anak-anak yang punya bakat dalam olahraga, daerah-daerah khusus, terpencil. Mereka mempunyai hak dengan itu. Karena itu mereka mengambilnya dengan seleksi ujian mandiri,” kata Mendiknas.

Dalam kesempatan terpisah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Rohmani, meminta perguruan tinggi negeri negeri (PTN) yang akan melakukan penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri untuk memperhatikan mutu calon mahasiswa baru.

Ia mengingatkan jangan sampai calon mahasiswa yang masuk perguruan tinggi negeri tidak memenuhi kualifikasi sebagai calon mahasiswa di fakultas tertentu. Bila ini yang terjadi maka membangun perguruan tinggi kelas dunia akan sulit dicapai.

Rohmani menuturkan, berdasarkan PP Nomor 34 Tahun 2010 Tentang Pola Penerimaan Mahasiswa Baru, pemerintah memberikan kuota 40 persen untuk seleksi penerimaan calon mahasiswa baru yang diserahkan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk mengelolanya secara otonom atau yang disebut dengan jalur mandiri.

“Saya berharap seleksi mandiri ini tetap memperhatikan kualitas atau kualifikasi calon mahasiswa. Acuan utamanya harus kualitas atau memenuhi kualifikasi untuk menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tertentu bukan karena kemampuan finansialnya. Hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk membangun world class university,” kata Rohmani.

Anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar PTN harus secepatnya menjadi world class university. Hal ini harus dimulai dari proses rekrutmen calon mahasiswa baru. Mahasiswa menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Oleh karena itu, Rohmani meminta Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) agar memantau langsung proses seleksi mahasiswa baru jalur mandiri di PTN.

“Pemerintah harus memantau langsung hal ini. Pastikan proses seleksinya tetap mengedepankan aspek kualitas seorang calon mahasiswa, apalagi dalam Pasal 6 ayat 2, PP 34 tahun 2010 juga telah menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri termasuk mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan finansial dan yang orang tua atau pihak yang membiayai tidak mampu secara ekonomi.” ujar Rohmani.

Rohmani mengkhawatirkan bila tidak diawasi, mekanisme pasar akan berlaku dalam proses seleksi jalur mandiri ini. “Jangan sampai mekanisme pasar berlaku. Siapa yang kuat finansialnya maka ia yang diterima. Sebaliknya, yang memiliki kualifikasi tetapi finansialnya lemah tidak diterima,” tegas anggota DPR asal Brebes ini.

Untuk menghindari hal tersebut perlu ada kontrol dari pemerintah dan komponen masyarakat lainnya. Hal ini agar pendidikan kita tetap berada pada porosnya, yakni mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berwawasan kebangsaan.

Pemerintah mensyaratkan PTN untuk menerima mahasiswa baru lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 60%. PTN yang tak penuhi kuota ini akan ditegur. dtc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s