SPIRIT 2011

SPIRIT ONLINE

SSDK (Strategi Sukses di Kampus)

Kuliah-kuliah… Jadi trending topic.. Tapi apa ya???

Mungkin teman-teman pernah bahkan sering melihat saudaranya atau temannya yang berstatus mahasiswa. Dia tidak selalu berangkat kuliah pagi-pagi buta dan berebut angkot. Bahkan kadang dia tidak kuliah sama sekali. Tetapi kadang dia juga terlihat membawa tumpukan buku yang begitu tebalnya sehingga kalau dijatuhkan sepertinya bisa membunuh kecoa.

Kalau begitu sebenarnya apa sih kuliah itu? Kalau teman–teman diberikan pertanyaan semacam itu yang ada di pikiran teman–teman mungkin kuliah itu adalah tempat belajar yang lebih bebas karena selain tidak diwajibkan memakai seragam sekolah, waktu belajar kuliah itu di sangat sedikit dibanding waktu belajar saat ini di SMA. Sehingga banyak waktu-waktu kosong pada jadwal kuliah yang biasanya diisi oleh kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seperti ekskul, organisasi, kelompok belajar, dsb. Atau sebaliknya, ada di antara teman-teman yang menganggap bahwa kuliah itu seperti terkurung di dalam perpustakaan, ditambah lagi dengan tumpukan  tugas dan buku-buku berat. Kedua anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, karena dalam kuliah, ada waktu-waktu kosong dan ada juga waktu-waktu sulit.

Lalu pertanyaannya sekarang, untuk apa sih kuliah itu? Apakah untuk mencari gelar? Atau mengisi waktu luang daripada bengong di rumah? Atau jangan-jangan untuk mencari jodoh? Di luar dari apa yang kita ingin peroleh dari kuliah, masa kuliah sebenarnya adalah masa yang sangat berharga. Di saat-saat inilah kita akan meraih hal-hal yang akan menjadi bekal di masa yang akan datang. Di dunia perkuliahan nanti, kita akan lebih dituntut untuk bertanggung jawab dan bersikap lebih dewasa. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dimulai sejak sekarang.

Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa inti kuliah adalah mendapatkan nilai setinggi-tingginya atau istilahnya mendapatkan limit IPK menuju empat. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Tetapi pada kenyataannya, bagus tidaknya nilai akademik seseorang itu bukanlah faktor utama yang menentukan kesuksesan seseorang nantinya. Faktor lain seperti komunikasi, manajemen diri, dan soft skill lainnya sangat berpengaruh. Buktinya, tidak sedikit sarjana bertitel cum laude di negara kita yang masih menganggur. Bukan karena mereka kurang pintar, namun justru karena faktor lainnya seperti tidak bisa bekerja dalam tim, manajemen emosi yang kurang baik, kurang dalam bidang soft skill, dsb. Sebaliknya, tidak sedikit dari mereka yang aktif dalam keorganisasian, walaupun di antara mereka ada yang istilahnya bertitel ceme lude (baca: kemelut), menjadi sukses dan mencapai yang diinginkan, karena bisa bersosialisasi dengan baik, bekerja sama secara efektif, dsb.

Banyak juga yang udah masuk PTN bagus tp di DO karna bermasalah.

Atas dasar inilah, teman2 khususnya mahasiswa kelas 3 harus benar2 hati2 dalam menentukan langkah di dunia perkuliahan, mulai dari pemilihan jurusan, identifikasi bakat, survei kampus, memanage waktu, ukur kemampuan dan prioritas. Jangan sampai saat di PTN kita menjadi sampah masyarakat yang hanya bisa menerima subsidi dari rakyat.**

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s