SPIRIT 2011

SPIRIT ONLINE

SPIRIT 2011: Hari gini Ga Punya Mimpi? Apa Kata dunia?

Apa kabar kalian wahai calon mahasiswa? Bagaimana dengan amunisi yang telah disiapkan? Bagaimana dengan mental dan fisikmu? Bagaimana dengan asupan materi dan bahan ujian? Bagaimana dengan ruhiyahmu? Dan terakhir…bagaimana dengan tujuanmu? Adakah yang masih bingung dengan jurusan yang kelak akan menentukan masa depanmu?

Bukan hal yang aneh, ketika resmi menjadi penghuni gedung Belandanya SMA 3 selama setahun..(bagi yang aksel, saya gak yakin kelas kalian sudah dibangun sejak zaman kompeni..heheh maaf-maaf ^ ^!) banyak dari kita (kelas tiga) yang sensor-sensor di dalam hati dan pikirannya mulai aktif. Entah itu secara sengaja atau tidak sengaja. Sensor-sensor itu bisa dibilang cukup langka, yaitu : sensor pemimpi, sensor pejuang, dan sensor untuk menggali diri lebih dalam, dan saya baru sadar hal itu ketika sudah masuk dunia perkampusan…Bersyukurlah sudah memasuki fase kelas 3 ini kawan     ^^!

Yang pertama : Sensor Pemimpi

“Aku berbeda karena aku punya tujuan (mimpi).”

“ Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi nyata.” (The Alcemist, Paulo Coelho)

Sensor pemimpi sebenarnya sudah mulai diaktifkan dari dulu, ketika kita semua masih kecil atau anak-anak. Buktinya, biasanya kita akan ditanya mau jadi apa kalo sudah besar? Dan kita bisa langsung jawab, walaupun gak tau apa makna sebenarnya. Celetuk: dokter. Celetuk: presiden. Celetuk: insinyur. Contoh lain: munculnya Lagu Joshua yang judulnya “Cita-citaku”. Kesimpulannya…dari kecil, kita sudah diajak untuk menjadi seorang pemimpi. Mimpi yang tinggi dan besar.Raihlah cita-citamu setinggi langit…itu yang ibu guru bilang waktu SD. ingatkah?

Tapi..!! Seiring berjalannya waktu, katanya sensor pemimpi yang sudah diaktifkan tersebut sedikit- demi sedikit mulai kehilangan kekuatannya. Ada daya magis yang membuat hal itu bisa terjadi. Semakin dewasa, kita semakin percaya pada kondisi realita yang jauh dari mimpi kita dulu. Mimpinya setinggi langit, tapi kitanya masih berpijak di bumi, malah mulai tertelan bumi. Kemudian mimpi kita yang tinggi itu, mulai kita  turunkan ketinggiannya.

Dan sadarkah kawan? Sejak menjadi anak kelas 3 sma, sensor pemimpi yang dulu diaktifkan dan mungkin sebelumnya sempat agak-agak mem-pause (bahasa apa ini? “Pemerkosaan bahasa!”meminjam istilah Pak Sapto,,hehe peace Pak! ^ ^), sekarang dirangsang kembali. Perbedaan yang sangat nyata ada pada fase ini. Jika dulu bermimpi hanya sekedar bermimpi. Kenapa saya tulis hanya? Karena dulu kita merasa masih terlalu jauh atau masih terlalu kecil untuk mewujudkan mimpi (cita-cita) jadi kenyataan. Jadi sense untuk benar-benar mewujudkannya belum terasa seperti sekarang. Pada fase ini, dengan usia yang sudah bisa dikatakan dewasa (KTP menjadi tolak ukurnya), kita dihadapkan pada kondisi dan kesempatan yang seolah-olah menantang untuk mewujudkan mimpi (cita-cita) tersebut jadi kenyataan.

Saya yakin, sejak awal masuk kelas 3, banyak di antara teman-teman yang sudah mengaktifkan sensor pemimpinya. Contoh: mungkin ada yang menulis resolusi tahun 2010 di agendanya? Atau sekedar membayangkan akan berkuliah di mana? Bahkan ada juga yang menuliskan mimpinya besar-besar dan ditempel di dinding kamarnya dengan tulisan LULUS UN DAN SNMPTN. FK UNPAD I’M COMING! Dan mungkin ada juga yang bermimpi dengan sangat mendetail, bahwa tahun depan, hari ini, di jam ini, saya sedang mendengarkan dosen di ruang kuliah di ITB bersama rekan-rekan seangkatan di FTI ITB 2010. Dosennya sedang mengajarkan apa? Saya sedang pake pulpen yang mana? Pake baju warna apa? Terdengar terlalu muluk atau mengada-ada?

Orang-orang sukses sekarang adalah orang yang punya mimpi dan meyakininya.  Tipsnya adalah, ternyata mereka benar-benar sungguh-sungguh pada mimpinya. Memvisualisasikan mimpinya di siang hari, dan mengadukan mimpinya pada Allah di malam hari. Menuliskannya di dinding…menjadi wallpaper laptop…saling berbagi dengan teman-temannya, dan factor penting yang tidak boleh dilupakan adalah meminta keridhoan orang tua tentang mimpinya.

Banyak saksi hidupnya. Yang membuktikan bahwa dengan mimpi dan meyakininya, mereka-mereka bisa meraih mimpinya. Subhannallah…walaupun kenyataannya tidak seperti mimpi…walaupun realita yang kita alami berbanding terbalik dengan mimpi, tetap aktifkan sensor pemimpimu. Yakin…Allah sudah punya rencana yang lebih indah. Seadainya mimpimu belum juga terwujud,,pasti akan ada saat yang tepat. Kalo orang-orang bilang, “akan indah pada waktunya.”.

Sejenius apapun kamu…atau sedongdong apapun kamu (walaupun sebenarnya gak ada anak sma 3 yang dong-dong, hehe)..semuanya memiliki kesempatan dan peluang yang sama. Jangan menyerah…! Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya.

Aktifkan terus sensor pemimpimu teman…! Dan buat ia semakin memancarkan dayanya…!

Manfaatkan momen kelas tiga ini sebaik-baiknya. Bermimpilah selagi bisa! Selamat menempuh kelas 3..  (^ ^)!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s