SPIRIT 2011

SPIRIT ONLINE

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Program Studi Pendidikan Dokter

Sejarah berdirinya FKUI prodi Pend. Dokter tidak terlepas dari sejarah pendidikan dokter di Indonesia. Bemula dari dibukanya Sekolah Pendidikan Kedokteran di Weltevreden, daerah yang letaknya kini di sekitar Gambir Jakarta Pusat, pada Januari 1851. Ketika itu, sekolah ini dibuka hanya untuk 12 orang siswa dan lama pendidikannya hanya 2 tahun. Lalu, pada tahun 1898, didirikanlah STOVIA ( School tot Opleiding voor Indiische Artsen) sebagai pengganti sekolah pendidikan dokter sebelumnya dan tahun 1902, STOVIA pindah ke gedung baru di Hospitalweeg, atau yang sekarang berada di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh 26. Pendidikan kedokteran menjadi sangat lama ,yaitu menjadi 9 tahun, dengan 2 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran.

Untuk memantapkan kualitas lulusan dalam hal praktik, pada akhir tahun 1919, didirikan Rumah Sakit Pusat CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekenhuis, sekarang RSCM) di Jl. Diponegoro 71. Gedung STOVIA kembali dipindahkan. Kali ini, STOVIA dipindahkan ke Salemba 6, tepat bersebelahan dengan CBZ. Kampus yang merupakan cikal bakal FKUI ini selesai dibangun pada tanggal 5 Juli 1920. Pendidikan dokter akhirnya diresmikan menjadi pendidikan tinggi dengan nama GHS (Geneeskundige Hooge School) pada tanggal 9 Agustus 1927. Menariknya, sebelum GHS berdiri, syarat pendidikan agar dapat mengikuti pendidikan dokter hanya setingkat SD. Setelah berdirinya GHS barulah syarat pendidikan menjadi setingkat SMA.

Pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, pada tanggal 29 April 1943 pemerintah Jepang membuka pendidikan kedokteran bernama Ika Daigaku sebagai hadiah Jepang untuk Indonesia. Selang 2 tahun, kemerdekaan RI menjadi pengahantar berubahnya nama sekolah dengan bahasa Indonesia, Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia, tepatnya pada Februari 1946. Belum sempat mengecap kebanggaan memiliki sekolah dokter sendiri, setahun kemudian tepatnya pada Februari 1947, Belanda menginvasi Indonesia lalu melangsungkan pendidikan kedokteran secara terpisah dengan nama Genesskundige Faculteit, Nood-Universiteit van Indonesie. Lalu, dipelopori oleh penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah RI, pada tanggal 2 Februari 1950, kedua institusi itu melebur menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang masyarakat kenal sekarang.

Seperti fakultas kedokteran lainnya, teman – teman di sini akan belajar ilmu yang berhubungan dengan kedokteran. Teman – teman akan belajar susunan tubuh manusia mulai dari bagian yang terkecil yaitu sel: interaksi organel yang satu dengan lainnya, bagaimana susunan gen; sampai ke keseluruhan tubuh manusia. Kalian juga akan belajar bagaimana badan kita dapat bergerak dengan rangka dan otot dan apa yang menyebabkan manusia dapat bergerak reflex ketika menyentuh teko yang panas. Intinya adalah struktur tubuh dan mekanisme seluruh bagian tubuh kita dalam menjalankan aktivitasnya sehari – hari.

Yang tidak kalah pentingnya, kalian akan belajar mengenai teknis berhubungan dengan pasien. Pasien anak kecil dengan pasien dewasa akan berbeda penanganannya. Kalian bisa membayangkannya sendiri dengan membandingkan pengalaman pergi ke dokter ketika masih balita dengan ketika sekarang kalian pergi ke dokter. Bagaimana menangani pasien yang mengamuk, atau pasien yang depresi berat akan diajarkan di sini. Intinya adalah empati. Oleh karena itu, di sini kata ‘empati’ pasti sering terdengar setiap modul tentang hubungan dengan pasien. Selain itu, kalian akan belajar tentang kegawatdaruratan. Melalui materi ini, kalian akan belajar menangani seseorang yang membutuhkan pertolongan segera.

Karena FKUI bervisi menjadi fakultas kedokteran riset terkemuka, maka kalian akan menemukan materi riset di sini. Materi ini berisi tata cara pembuatan proposal dan laporan ilmiah. Ditambah dengan biostatistika dan epidemiologi. Biostatistika ini adalah matematikanya anak kedokteran. Di dalamnya dipelajari cara mengoleksi data, peringkasan data dan analisis data percobaan. Sedangkan epidemiologi mempelajari tentang bagaimana suatu penyakit dapat menyebar dalam masyarakat dan faktor – faktor apa yang memengaruhi kesehatan sekelompok manusia.

Prospek Kerja

Dokter
Ada banyak kesempatan kerja menunggu bagi para dokter untuk bekerja baik di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta dan klinik. Kalian bisa melamar di sana sebagai dokter spesialis atau dokter umum di klinik. Kalian juga bisa membuka praktik dokter sendiri. Selain itu, kalian juga bisa mengabdi di daerah –daerah yang masih jarang dokter.

Researcher.

Source: FK UI dan sumber lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: