SPIRIT 2011

SPIRIT ONLINE

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

  • Seni Rupa (SR)
  • Kria (KR)
  • Desain Interior (DI)
  • Desain Komunikasi Visual (DKV)
  • Desain Produk (DP)


Program Studi Seni Rupa

Seni Rupa merupakan ilmu yang mempelajari tentang keindahan, yaitu secara teori dan prakteknya. Beberapa hal yang akan teman-teman pelajari pada program studi Seni Rupa misalnya melukis, mematung, menggrafis, membuat keramik sampai penerapan ilmu-ilmu seni, seperti sejarah dan perkembangan Seni Rupa saat ini.

Banyak sekali hal-hal menarik yang akan teman-teman temui di dalam Seni Rupa saat teman-teman mempelajarinya. Lalu apa saja yang akan di pelajari di Seni Rupa FSRD-ITB? Sebagai institusi yang menggabungkan seni, sains dan teknologi, tentu saja teman-teman akan mendapatkan kajian-kajian terhadap Seni Rupa secara ilmiah lebih mendalam dan di sesuaikan dengan perkembangan seni. Pada program studi Seni Rupa FSRD-ITB bidang keilmuannya akan dibagi menurut studio-studio, di dalam program studi Seni Rupa ini terdiri dari empat studio yaitu seni lukis, seni grafis, seni patung dan seni keramik.

Di studio seni lukis teman-teman akan mempelajari teknis-teknis melukis dan mempelajari berbagai macam kecenderungan gaya lukis, di studio seni patung teman-teman akan mempelajari dasar-dasar mematung dan pemahaman akan material dan bentuk tiga dimensi, di studio seni grafis teman-teman akan mempelajari teknik-teknik cetak konvensional, fotografi dan cetak digital, di studio keramik teman-teman akan mempelajari teknik-teknik pembuatan bentuk tiga dimensi, tahap pewarnaan, sampai ke pada tahap pembakaran, dengan menggunakan material tanah liat.

Hal lain yang tidak kalah menarik dari Seni Rupa adalah jangkauan penelitian dan penggunaan material dalam proses pembuatan karya luas tidak terbatas, sehingga teman-teman dapat mengembangkan kreativitas dan rasa keingintahuan teman-teman. Misalnya saja, teman-teman yang tertarik untuk mengembangkan bakat pengolahan bentuk tiga dimensi maupun bentuk dua dimensi dapat memperdalam disini. Teman-teman yang tertarik tentang kajian teori-teori seni juga dapat mengembangkan minat tersebut, dengan memilih berkonsentrasi pada ilmu tersebut, dll.

Proses belajarnya pun tak kalah menarik , karena pada program studi Seni Rupa terdapat kuliah minor sehingga mahasiswa studio lukis dapat mempelajari dasar-dasar mematung di studio patung. Galeri-galeri dan ruang alternatif menjadi salah satu tempat pameran hasil karya mahasiswa, sehingga teman-teman dapat mempelajari bagaimana cara mandiri agar karya-karyanya dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.

lmu apapun tidak dapat berdiri sendiri, begitu pula dengan Seni Rupa. Beberapa ilmu yang berhubungan dengan Seni Rupa adalah psikologi, sejarah, manajemen, filsafat dll. Ilmu-ilmu tersebut menjadi alat bantu dalam memahami proses pengembangan Seni Rupa yang ada. Contohnya manejemen seni adalah bagaimana cara kita dalam mengatur sebuah acara seni, dari awal sampai selesainya acara tersebut. bagaimana sebuah karya seni dapat mempengaruhi atau menjadi alat terapi bagi orang yang sedang terganggu psikologinya, merupakan salah satu fenomena yang harus dijelaskan oleh teman-teman natinya dengan menggabungkan ilmu seni dan ilmu psikologi.

Prospek Kerja

Seorang alumni Seni Rupa dapat bekerja di berbagai tempat atau memilih berbagai profesi sebagai berikut :

  • Seniman
  • Instansi Pemerintah atau Swasta
    • Lulusan Seni Rupa dapat bekerja sebagai pengajar dan peneliti di instansi pemerintah seperti : Perguruan tinggi Negeri, Departemen Pariwisata
  • Galeri
    • Galeri-galeri pemerintah maupun swasta sebagai kurator, kritikus seni.
  • Majalah Seni
    • Alumni Seni Rupa dapat menjadi chief editor masalah seni
  • TV
    • Menjadi pengasuh acara seni dan budaya
  • ART consultant
    • Alumni Seni Rupa dapat membuka sebuah usaha dibidang perencanaan karya-karya seni, seperti monumental
  • Wiraswasta
    • Alumni Seni Rupa dapat menjadi art dealer dan art supply

Program Studi Kria

Kria atau bahasa kerennya craft, merupakan bagian dari desain sekaligus seni. Dapat dikatakan posisi Kria itu berada di tengah-tengah desain dan seni. Bila desain memfokuskan hasil garapannya dari segi teknis dan nilai fungsional, dan seni lebih mengutamakan karya seni bernilai dengan filosofis serta makna atau pesan yang ingin disampaikan seniman kepada pengamat. Nah, Kria adalah mendesain suatu produk fungsional dengan sangat mengutamakan nilai estetika, kualitas desain dan makna atau pesan filosofisnya. Dahulu, benda-benda yang disebut produk kria adalah benda yang bernilai estetis tinggi dan biasanya diagungkan, misalnya keris, kain ulos, kain batik, dll. Sekarang, produk Kria lebih tetap menyerap nilai dan unsur tradisional pada produk-produknya untuk melestarikan citra tradisi Indonesia.

Masyarakat sering mengidentikkan kria dengan kerajinan, namun hal itu sangat berbeda, produk kria diproduksi dalam skala relatif kecil karena dalam proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama dan mengandalkan tenaga manusia/ ( handmade ) , jadi sifatnya eksklusif. Produk kria sulit dibajak atau ditiru, karena produk kria mengandalkan pekerjaan tangan. Hal ini menjadi letak keunikan produk Kria, karena pekerjaan tangan lebih personal, maka tidak ada produk yang sama persis.

Bidang keilmuannya dibagi lagi menjadi beberapa bidang, contohnya kria tekstil. Pada bidang ini kita mempelajari apa itu tekstil, dan bagaimana cara menaikkan mutu bahan utama menjadi bahan jadi yang lebih baik. Misalnya dari benang menjadi kain, dari kain polos menjadi berwarna/ bermotif, dari kain tidak bertekstur menjadi bertekstur, material serat alam menjadi lebih fungsional dan masih banyak lagi kemungkinan untuk diolah dan dipelajari pada bidang kria tekstil.

Bidang lain misalnya bidang kria keramik. Bidang ini hampir mirip dengan Kria Tekstil, namun materialnya saja yang bebeda. Kria Keramik mengeksplorasi bahan-bahan yang dapat diolah menjadi keramik, dengan bahan dasar tanah liat, Kria Keramik mengolah produk keramiknya menjadi lebih bervariasi, misalnya dengan penggunaan motif pada glasir, penggabungan keramik dengan material lainnya, seperti kaca, dll. Selain kedua bidang diatas, ada juga bidang-bidang lain seperti kria kulit, kria kayu, dan kriya logam.

Program Studi Kria akan mengarahkan temen-taman untuk dapat mengolah material awal hingga menjadi produk jadi, dengan mengutamakan nilai filosofis, nilai estetis, prinsip-prinsip mendesain, citra tradisional & etnik sebagai bangsa Indonesia, dan sisi fungsional yang direalisasikan dengan teknik pengerjaannya yang lebih modern namun tetap bercirikan pada teknik pengolahan tangan.

Prospek kerja

Sandang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga bisnis apapun yang berkaitan dengan bidang itu akan terus berkembang dan dibutuhkan masyarakat. Kebutuhan sandang meliputi pakaian, tas, sepatu, handuk, bed cover, dll. Produk dengan material tekstil lainnya seperti upholstery sofa, karpet, prinsipnya yang berbahan dasar kain / fabric.

Beberapa alternatif profes yang dapat dijalani oleh sarjana Kria misalnya:

  • Fabric desainer ; Desainer kain, sebagai desainer kain; teman-teman dapat mengolah permukaan tekstil dengan mengaplikasikan teknik-teknik tekstil seperti tie dye, batik,dll. Atau bisa juga melakukan penggabungan beberapa teknik. Selain itu tugasnya adalah mengolah benang yang akan dijadikan kain sebagai bahan utama pembuatan produk. Fabric desainer memenuhi kebutuhan bahan bagi fashion desainer untuk digunakan pada rancangannya. Seringkali, para fashion desainer kesulitan merealisasikan imajinasi & keinginannya pada kain sebagai rancangan desain karena kurangnya tenaga profesional yang khusus mengolah disiplin ilmu tekstil.
  • Seniman kria; seniman kria mengolah bahan-bahan tekstil seperti serat alam dengan teknik tertentu untuk dinikmati sebagai elemen estetis yang berfungsi dekoratif.
  • Konsultan desainer; sebagai konsultan kria tekstil meramalkan kreasi-kreasi kain yang akan disukai pasar, mencakup warna, motif dan bahan. Biasanya konsultan banyak diperlukan pabrik-pabrik industri dalam skala yang cukup besar.
  • Interior fabric desainer ; lulusan kria juga dapat mensuplai kebutuhan perlengkapan interior, sama seperti fashion desainer, desainer interior juga seringkali kesulitan mengolah produk interior yang berbahan tekstil seperti: bahan sofa, kap lampu, tirai, karpet, dll. Desainer interior dibutuhkan klien untuk menciptakan kesan tertentu, bila tidak ditunjang dengan meterial yang cocok desainer interior pun akan kesulitan merealisasikan rancangannya.
  • Wirausaha / pengusaha; misalnya pengusaha pembuatan kain batik, industri sepatu kulit, butik, distro, perlengkapan interior atau sanggar pembuatan keramik seperti F.X Widayanto.
  • Fashion desainer
  • Fashion Editor & Wardrobe

Program Studi Desain Interior

Desain Interior merupakan sebuah program studi yang berada pada Fakultas Seni Rupa dan Desain di ITB. Seperti halnya pada program studi lain yang terdapat pada FSRD, Desain Interior juga menekankan pada mahasiswa dan calon mahasiswanya untuk dapat berpikir cepat, kritis, akurat dan yang paling utama adalah kreatif. Di Program Studi Desain Interior teman-teman akan belajar tentang hubungan antara manusia dengan ruang yang dihuni atau digunakan.

Sebagai contoh sederhana adalah bagaimana menciptakan ruang yang sesuai dengan sifat pengguna dan jenis kegiatannya, ruang tersebut harus mampu mendukung semua kebutuhan pengguna termasuk meningkatkan mood pengguna. Coba bayangkan bila terdapat suatu ruang kerja untuk seorang dokter gigi di mana seluruh dinding, langit-langit dan lantainya berwarna hitam, dan hanya terdapat satu titik cahaya di dalamnya. Pasti produktivitas kerjanya tidak akan baik. Lebih jauh lagi, apabila ruang tersebut untuk dokter gigi dimana pasiennya adalah anak-anak balita, tentu desain ruang tidak cukup hanya berupa ruang yang terang dan berisi peralatan kedokteran yang lengkap, karena anak-anak balita memiliki sifat khusus yang berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu ruang tersebut harus cukup menyenangkan dan tidak menakutkan bagi anak-anak.

Tapi di Program Studi Desain Interior teman-teman tidak hanya akan mempelajari hal itu saja, masih sangat banyak kuliah dan pengetahuan yang lain. Seperti merancang meubel dan furnitur baik yang tradisional ataupun yang modern, aspek perilaku manusia, etika berprofesi, budaya, sejarah, konstruksi bangunan, tata cahaya dan suara dan masih banyak lagi aspek ruang lainya yang dipelajari. Selain itu disiplin, etika, dan dedikasi teman-teman terhadap pekerjaan juga akan dilatih. Yang jelas, Desain Interior adalah sebuah program studi yang menyenangkan.

Prospek Kerja

Seorang lulusan Desain Interior memiliki prospek kerja yang sangat luas, beberapa diantaranya adalah :

  • Interior designer
  • Architecture and interior design consultant
  • Contractor
  • Kitchen & pantry specialist
  • Bathroom specialist
  • Bedroom specialist
  • Moving interior (vehicle) specialist
  • Exhibition designer
  • Interior designer for house, office, hospital, hotel.
  • Dan lain-lain

Masih banyak lagi prospek kerja yang dapat digeluti oleh seorang sarjana Desain Interior, dan tidak terbatas pada bidang yang pernah dipelajari dalam masa perkuliahannya.

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Yang menarik dari sini adalah seorang sarjana DKV harus bisa mengolah pesan tersebut secara efektif, informatif dan komunikatif.

Banyak hal-hal mendasar yang dipelajari di program studi DKV. Mengembangkan bentuk bahasa visual (bermain gambar), mengolah pesan (bermain kata) keduanya untuk tujuan sosial maupun komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada kelompok lainnya. Visual berwujud kreatif dan inovatif, sementara inti pesan harus komunikatif, efisien dan efektif saling mendukung agar tersampaikan dengan baik pada sasaran.

Cakupan pekerjaan desain komunikasi sangat luas, antara lain: mulai dari label produk / makanan, desain logo yang mencitrakan sebuah lembaga / perusahaan (branding), paket promosi dan kampanye sebuah program, hingga membuat iklan di media massa, dsb.

Berbeda dengan seni murni (dalam hal ini seni grafis) yang karya seninya dibuat sebagai ungkapan ekspresi sang seniman, maka karya seni yang dihasilkan oleh seorang desainer komunikasi visual lebih ditekankan dengan konsep yang bermaksud-tujuan dan ditujukan untuk khalayak yang disasar (target audience).

Setelah melalui berbagai mata kuliah dasar komunikasi visual, pada semester 6, teman-teman akan dijuruskan pada 3 jalur minat program studi, yaitu:

  • Komunikasi Grafis
  • Komunikasi Visual Periklanan
  • Komunikasi Multimedia

Pada dasarnya Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual Periklanan mengolah bahasa visual pada media statis / diam. Kemampuan komunikasi, tipografi, ilustrasi, fotografi menjadi faktor yang harus dikuasai. Desainer Grafis mampu membuat logo, desain majalah / surat kabar, rambu (sign system), desain kemasan, paket promosi produk dan lain-lain dengan keahliannya tersebut.

Desainer Iklan mampu bermain visual dengan menarik dan efisien untuk tujuan persuasi. Mengemas citra sebuah produk / program / kampanye dengan bahasa visual yang baik, yang bermuara pada perubahan perilaku sasaran yang dituju.

Sementara Komunikasi Multimedia mengarah pada media dinamis berbasis waktu dan suara (audio). Animasi, desain web, media interaktif hingga peyutradaraan film adalah contoh pekerjaan desainer multimedia. Dasar-dasar komunikasi visual teraplikasikan secara dinamis dalam karya multimedia.

Prospek Kerja

Prospek kerja setelah lulus dari program studi Desain Komunikasi Visual ini sangat beragam, tergantung pada minat dan keahlian, diantaranya :

  • Sebagai wirausaha maupun freelancer : desainer grafis, ilustrator, fotografer, animator, web designer dsb.
  • Biro konsultan desain (graphic house)
  • Biro iklan (advertising)
  • Rumah produksi (production house).
  • Stasiun TV.
  • Percetakan dan penerbitan.
  • Hubungan Masyarakat (public relation) lembaga swasta dan pemerintah.

Program Studi Desain Produk

Desain produk merupakan program studi yang mempelajari pembuatan “produk” bagi kebutuhan manusia secara inovatif. Program studi ini memfasilitasi teman-teman untuk membuat produk-produk yang nyaman digunakan, indah dipandang, dan ekonomis.

Desain produk menyediakan beberapa pilihan keilmuan seperti Desain Produk Peralatan & Produk Konsumen, Desain Sarana/ Perkakas Lingkungan, Desain Alat Transportasi, Desain Digital dan Desain Kerajinan. Pilihan keilmuan tersebut akan sangat berhubungan dengan kehidupan manusia.

Desain Produk Peralatan & Produk Konsumen merupakan bidang keilmuan yang akan berkecimpung dalam pembuatan produk peralatan & produk konsumen. Berdasarkan nama yang digunakan produk-produk yang dihasilkan lebih dekat dengan aktivitas manusia sehari-hari.

Teman-teman juga dapat mempelajari berbagai macam desain produk yang berhubungan dengan sarana/ perkakas lingkungan. Produk-produk tersebut dimasukkan ke dalam satu bagian khusus karena produk-produk yang berhubungan dengan lingkungan tentu akan sangat berhubungan dengan fungsi dari sarana/perkakas lingkungan. Oleh sebab itu, pendekatan dari bidang ilmu terkait akan menjadi landasan desainnya.

Kursi yang kita gunakan di sehari-hari akan membutuhkan kriteria nyaman dan indah, namun tidak semuanya demikian. Coba bayangkan jika teman-teman duduk di kursi kayu dengan ukiran pada pesawat, tidak terbayang sakit punggung yang akan diderita oleh penumpang ketika sampai di tempat tujuan. Ternyata keindahan saja tidak cukup, tetapi juga harus ergonomis, nyaman dan sesuai dengan kebutuhan.

Bayangkan jika telepon selular yang kita gunakan bentuknya seperti trapesium atau kerucut. Oleh sebab itu dibutuhkan desainer yang paham tentang kenyamanan penggunaan barang digital tapi tidak mengganggu fungsi dari barang tersebut.

Ada berbagai macam kerajinan yang merupakan hasil karya anak bangsa yang tingkat keragaman budayanya sangat tingggi. Akan tetapi perlu diingat kerajinan tidak hanya ditekankan pada keindahan tetapi juga fungsinya.

Prospek Kerja

Sejalan dengan kompetensinya, teman-teman saat lulus dari program studi Desain Produk dapat bekerja dimanapun, terutama di industri maupun, lembaga-lembaga serta unit-unit usaha yang membutuhkan kegiatan inovasi produk.

Namun demikian, terdapat tiga kategori prospek bidang keprofesian desain produk, yakni sebagai:

  • Industrial designer (desainer yang bekerja secara teamwork dan lintas disipilin dalam suatu libang industri)
  • Industrial design entrepreneur (wirausahawan desain yang diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat luas)
  • Industrial design researcher (peneliti, konsultan ahli di bidang desain produk industri). Para alumni Desain Produk bekerja dan menjadi tenaga ahli di lingkungan industri manufaktur, industri BUMN, konsultan desain, industriawan, biro perencanaan, lembaga penelitian, lembaga Pemerintah, Bank, Rumah Produksi, Dosen PTN-PTS, Penerbitan, Industri Kecil, Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang Desain atau menjadi desainer lepas (wirausahawan).

Source: Seni Rupa (SR), Kria (KR), Desain Interior (DI), Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Produk (DP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: